#6. Mana Yang Lebih Prioritas : Dana Darurat atau Investasi Reksa Dana ?

Dalam artikel sebelumnya, disebutkan bahwa dana darurat adalah salah satu syarat minimal agar bisa dikatakan sehat secara keuangan. Yang menjadi masalah, mengumpulkan dana darurat butuh waktu, sementara semakin lama kita menunda investasi maka semakin besar pula jumlah dana yang dibutuhkan. Mana yang sebaiknya menjadi prioritas?

Referensi : Sehat Keuangan Dahulu Investasi Reksa Dana Kemudian

Dalam standar perencanaan keuangan, rasio dana darurat yang ideal itu bisa beragam antara 3 kali sampai 12 kali pengeluaran. Ada pula yang menggunakan penghasilan sebagai pengali.

Sebagai contoh, jika total pendapatan satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan 1 anak di Jakarta adalah Rp 10 juta per bulan dan total pengeluaran adalah Rp 9 juta, maka besaran dana darurat menggunakan pendekatan pengeluaran adalah Rp 27 juta–Rp 108 juta. Kalau menggunakan pendekatan penghasilan berarti Rp 30 juta– Rp 120 juta.

Katakanlah kita gunakan nilai tengah Rp 50 juta sebagai acuan dana darurat, tentu dengan sisa uang Rp 1 juta per bulan dan mengumpulkan dana hingga Rp 50 juta bukanlah pekerjaan yang mudah. Karena sifat dana darurat harus likuid, maka digunakan instrumen yang mudah dicairkan seperti tabungan.

Kalaupun mau agak menghasilkan, bisa di reksa dana pasar uang, deposito dan atau emas. Tapi tidak bisa 100 persen, paling tidak 50 persennya harus berupa cash atau tabungan di bank yang mau diambil kapan saja bisa.

Dengan sisa uang Rp 1 juta per bulan,  maka keluarga tersebut harus menabung selama 50 bulan atau lebih dari 4 tahun. Padahal, untuk bisa memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya dia juga diharuskan berinvestasi di reksa dana. Dengan jumlah dana yang terbatas mana yang harus lebih diprioritaskan?

Kondisi di atas sangat umum terjadi di kota-kota besar di Indonesia. Bahkan dengan pendapatan yang lebih tinggi sekalipun bukan jaminan keluarga tersebut punya dana darurat yang memadai. Di awal karir, sangat umum orang habis bulan habis gaji. Ketika karir sudah agak naik dengan pendapatan yang lumayan, tetap saja habis karena gaya hidup yang konsumtif.

Dalam kondisi apapun, memiliki dana darurat adalah suatu kewajiban. Sebab kita tidak tahu kapan kondisi darurat terjadi pada kita. Apakah itu ada kerabat kita yang masuk rumah sakit atau meninggal, perubahan kondisi bisnis yang menyebabkan perusahaan melakukan PHK atau situasi-situasi lainnya.

Dalam konteks investasi reksa dana, memiliki dana darurat adalah untuk menghindarkan investor dari melakukan cutloss karena butuh uang untuk membiayai situasi daruratnya. Dalam situasi yang lain, ketika harga saham dan obligasi sedang terkoreksi dalam, dana darurat dapat berguna sebagai amunisi untuk membeli di harga rendah.

Dalam kondisi sisa dana yang terbatas, untuk menyiapkan dana darurat dan investasi reksa dana dapat dijalankan secara bersamaan. Misalkan dengan melanjutkan contoh di atas, dana sisa hanya ada Rp 1 juta, maka investor bisa menyisihkan Rp 500.000 untuk investasi dan Rp 500.000 untuk dana darurat.

Supaya dana darurat bisa cepat terkumpul, berikut ini adalah beberapa tips untuk menyiapkannya

  1. Kurangi gaya hidup yang konsumtif dan berlebihan

Dengan mengurangi frekuensi ke mal, restoran dan kedai kopi atau membatasi hanya untuk kepentingan kantor saja, kita sudah dapat menghemat ratusan ribu hingga jutaan setiap bulannya.

  1. Sisihkan dari THR dan bonus

Ketika mendapatkan THR dan bonus, langkah pertama adalah sisihkan sebagian untuk dana darurat. Jangan semuanya dihabiskan untuk konsumsi.

  1. Sisihkan dari kenaikan gaji

Setiap kali menerima kenaikan gaji, maka selisih kenaikan tersebut segera disisihkan. Kita bisa mempertahankan gaya hidup seolah-olah tidak ada kenaikan gaji.

  1. Bersikap tenang dalam menghadapi situasi darurat

Semua hal yang diputuskan secara terburu-buru dan mendadak tidak hanya hasilnya tidak maksimal dan terkadang bisa juga sangat mahal. Dengan bersikap tenang ketika situasi buruk terjadi, kita bisa mengambil keputusan dengan baik dan tetap mencari solusi yang sesuai dengan kondisi keuangan kita

Kesimpulan

Menyiapkan dana darurat penting. Berinvestasi sejak dini untuk masa depan yang lebih baik juga tidak kalah pentingnya. Ketika menghadapi situasi ini, maka langkah yang paling baik adalah menyiapkan dua-duanya sekaligus. Mungkin saja hasilnya tidak maksimal, tapi paling tidak sambil mengumpulkan nilai investasi dapat berkembang, anda juga merasa lebih tenang karena memiliki dana darurat.

gambar 6 copy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s