#5. Bank Kustodian, Manajer Investasi dan Agen Penjual

Ketika seorang memutuskan untuk berinvestasi di reksa dana, maka ada investor tersebut akan berhubungan dengan 3 pihak yaitu Bank Kustodian, Manajer Investasi dan Agen Penjual Reksa Dana. Apa saja peranan dari 3 institusi tersebut ?

Bank Kustodian dan Manajer Investasi

Reksa dana merupakan produk yang dihasilkan dari Kontrak Investasi Kolektif  (KIK) yang ditanda tangani antara Manajer Investasi dengan Bank Kustodian.

Dalam KIK, Bank Kustodian (BK) dan Manajer Investasi (MI) sepakat untuk melakukan penghimpunan dan pengelolaan dana dari masyarakat dalam bentuk reksa dana dengan pembagian hak dan kewajiban yang jelas pada masing-masing pihak.

Tugas dari MI dalam kontrak tersebut hanya ada 1, yaitu menjalankan kegiatan pengelolaan investasi. Dari dana masyarakat yang terkumpul, MI wajib mengelolanya dengan berinvestasi pada pasar modal yaitu saham, obligasi dan penempatan deposito sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tugas dari Bank Kustodian secara umum dapat dikatakan sebagai administrator, safe keeping dan pengawas. Yang dimaksud dengan administrator yaitu berkaitan dengan segala kegiatan pencatatan berkaitan dengan investasi reksa dana baik yang dilakukan oleh investor ataupun MI.

Kegiatan administrasi yang berkaitan dengan investor antara lain seperti pencatatan dan pengiriman surat konfirmasi untuk transaksi pembelian, penjualan dan pengalihan reksa dana. Selain itu, setiap bulannya, bank kustodian juga mengirim surat laporan bulanan berkaitan dengan perkembangan nilai investasi.

Sementara itu, kegiatan administrasi berkaitan dengan MI antara lain seperti konfirmasi pembelian, penjualan dan aksi korporasi pada surat berharga seperti saham dan obligasi serta pencatatan yang berkaitan dengan penempatan deposito.

Dalam menjalakan tugas safe keeping, bank kustodian menyediakan layanan jasa penyimpanan surat berharga. Atau bagi masyarakat umum, layanan ini seperti halnya Safe Deposit Box (SDB) yang mana kita bisa menyimpan barang berharga kita seperti surat catatan sipil, surat berharga, perhiasan, dan barang berharga lainnya.

Seluruh dana masyarakat dan surat berharga yang timbul dari kegiatan investasi MI disimpan oleh BK. Sesuai undang-undang, BK wajib menjaga aset tersebut dengan baik dan jika karena kelalaiannya hilang, maka BK wajib memberikan ganti rugi.

Adanya fungsi safe keeping ini menjadikan reksa dana aman dari risiko kebangkrutan MI dan BK. Sebab aset reksa dana bukan merupakan aset MI dan BK, sehingga tidak bisa ikut disita seandainya kedua institusi tersebut bangkrut.

Skenario yang mungkin terjadi adalah jika MI bangkrut, maka kegiatan pengelolaannya dialihkan ke MI yang lain. Jika BK bangkrut, maka jasa penyimpanan surat berharga tersebut dialihkan ke BK yang lain. Dengan demikian, bangkrutnya MI dan BK tidak menyebabkan nilai investasi berkurang.

Meski demikian, jika MI berinvestasi pada perusahaan yang bangkrut, maka ini merupakan risiko wanprestasi / kebangkrutan yang harus ditanggung oleh investor reksa dana. Dalam kasus ini, MI dan BK tidak berkewajiban untuk melakukan ganti rugi.

Sebagai investor, risiko wanprestasi pada reksa dana dapat diminimalkan karena reksa dana hanya boleh menginvestasikan maksimal 10 persen nilai asetnya pada 1 perusahaan sehingga memiliki setidaknya investasi pada 10 perusahaan yang berbeda.

Risiko kehilangan total nilai investasi akibat risiko wanprestasi adalah 10 perusahaan yang menjadi tujuan investasi tersebut semuanya bangkrut. Meskipun bukan tidak ada, kemungkinannya sangat kecil. Alternatifnya adalah investor bisa memilih MI dengan kinerja yang sudah teruji.

Sebagai pengawas, BK juga mengawasi apakah MI telah menjalankan kegiatan pengelolaannya sesuai dengan KIK atau tidak. Apabila MI melanggar ketentuan tersebut, maka BK akan mengirimkan surat teguran. Misalnya MI berinvestasi lebih dari 10 persen pada 1 perusahaan.

Apabila MI tidak mengindahkan teguran tersebut dan melakukan perubahan pada pengelolaannya, maka BK akan mengirimkan surat tersebut ke OJK. Sesuai dengan tingkat pelanggarannya, OJK dapat menjatuhkan sanksi mulai dari surat teguran, penghentian kegiatan operasi, hingga pencabutan izin usaha dan perorangan.

Isi daripada Kontrak Investasi Kolektif selanjutnya diringkas dan disajikan dalam dokumen yang disebut Prospektus. Dokumen ini menjadi bacaan wajib bagi para calon investor sebelum berinvestasi di reksa dana.

Agen Penjual Reksa Dana (APERD)

Kegiatan pemasaran reksa dana dilakukan oleh APERD. Ada MI yang memasarkan sendiri produk reksa dananya sehingga selain sebagai pengelola juga berperan sebagai APERD, ada MI yang menggunakan jasa perusahaan lain sebagai APERD, Ada pula kombinasi. Artinya memasarkan sendiri dan juga menggunakan jasa APERD.

Perusahaan-perusahaan yang boleh menjadi APERD adalah perusahaan keuangan di bawah naungan OJK yaitu sekuritas, bank, asuransi, pembiayaan, dan pegadaian yang mendapat izin sebagai APERD. Namun untuk saat ini, APERD didominasi oleh Bank dan Sekuritas.

Jika MI menggunakan jasa APERD, maka akan ada perjanjian tersendiri yang juga ditanda tangani 3 pihak yaitu MI, BK, dan APERD, namun perjanjian ini tidak dimasukkan dalam Kontrak Investasi Kolektif.

Oleh sebab itulah, meski dipasarkan melalui APERD, nama perusahaan APERD tidak dijumpai dalam prospektus reksa dana. Biasanya informasi mengenai APERD bisa dilihat dalam situs perusahaan.

Sesuai namanya, APERD melakukan fungsi pemasaran reksa dana. Proses pemasarannya juga beragam. Ada yang menggunakan tenaga pemasar langsung yang memenuhi syarat, ada pula yang menggunakan sistem online.

APERD juga bisa memasarkan reksa dana lebih dari 1 MI, ada yang bahkan memasarkan produk dari belasan MI sehingga menyebut dirinya supermarket reksa dana.

Dalam praktiknya, meski ada 3 pihak yaitu MI, BK, dan APERD. Investor hanya berhubungan langsung dengan APERD dan MI saja. BK merupakan pihak yang tidak berhubungan langsung dengan investor.

Dengan demikian, apabila ada keluhan seperti surat konfirmasi yang sampainya terlambat, investor tidak bisa mengeluh langsung ke BK namun harus melalui MI dan atau APERD. Oleh sebab itulah, oleh OJK, MI dan APERD diwajibkan untuk memiliki divisi khusus yang menangani keluhan nasabah.

gambar 5 copy

Advertisements

4 Comments Add yours

  1. yuni says:

    Met malam pak…saya pernah baca di blok pak rudi ,,anak yang belum punya ktp bisa pakai rekening ortu…itu gimana pak apa bisa atas nama anak sendiri,gimana cara belinya .saya juga investor panin..mksh atas jawabannya pak..

    Like

    1. Rudiyanto says:

      Selamat malam Ibu Yuni,

      Terkait rekening anak, untuk saat ini bisa menggunakan rekening Orang Tua OR anak. Anda bisa menghubungi marketing yang melayani anda atau datang langsung ke customer service untuk memproses pembukaan rekening dengan OR tersebut.

      Semoga bermanfaat

      Like

  2. Febri says:

    Selamat sore Pak Rudi, semoga tetap sehat.
    Saya membeli produk RD Pasar Uang yang baru IPO dari sebuah MI. Saya bertanya underlying assetnya apa, deposito bank apa, atau obligasi apa, mereka tidak memberi tahukan karena kebijakan manajemen. Bukankan MI harus memberitahu apa underlying assetnya kalau tidak saya seperti membeli kucing dalam karung, atau ada peraturannya saat RD baru diIPO, underlying assetnya masih rahasia?
    Terima kasih

    Like

    1. Rudiyanto says:

      Selamat Siang Pak Febri,

      Ada kemungkinan karena baru terbit, maka tenaga pemasar masih belum tahu manajer investasi akan menempatkan ke instrumen mana saja. Sebab untuk membeli obligasi, tergantung jumlah dana yang berhasil dihimpun sampai dengan berapa. Selain itu memang tidak ada kewajiban bagi manajer investasi untuk menginformasikan bagaimana cara pengelolaan dan instrumen penempatannya.

      Tapi yang pasti di awal bulan berikutnya anda bisa mendapatkan fund fact sheet yang berisi informasi penempatan reksa dana tersebut. Dari situ anda bisa mengetahui bagaimana penempatan reksa dana pasar uang tersebut.

      Semoga bermanfaat

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s