#25. Strategi Investasi Reksa Dana : Sekaligus atau Berkala ?

Dalam melakukan investasi reksa dana, ada 2 cara yang dikenal secara umum yaitu Lump Sum atau investasi sekaligus dan Rupiah Cost Averaging atau investasi berkala. Mana yang lebih baik?

Yang dimaksud dengan investasi sekaligus adalah cara investasi dengan menggelontorkan semua dana sekaligus dalam 1 kesempatan saja. Sementara yang dimaksud dengan investasi berkala adalah berinvestasi secara rutin setiap bulannya.

Cara investasi secara berkala juga dikenal dengan sebutan autodebet. Dengan memilih cara investasi autodebet, investor memberikan kuasa kepada Manajer Investasi atau Agen Penjual untuk mendebet sejumlah dana dari rekeningnya ke rekening reksa dana setiap bulannya.

Sebenarnya pertanyaan yang tepat bukan mana yang lebih baik, tapi mana yang lebih sesuai. Sebab masing-masing cara memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri. Tergantung kondisi investor, cara yang baik untuk investor yang satu belum tentu baik juga investor lainnya.

Investasi Sekaligus

Keunggulan dari cara investasi secara sekaligus, dengan asumsi harga reksa dana mengalami kenaikan adalah hasil investasi yang lebih besar dalam jangka panjang.

Sebab dengan membagi dana dalam beberapa kali kesempatan, bisa saja dari ada investasi yang mendapatkan harga lebih tinggi dibandingkan investasi pertama kali. Namun cara ini tetap disukai investor karena harga reksa dana selalu berfluktuatif.

Dengan tidak memasukkan dana sekaligus, investor berkesempatan menambah investor di harga yang lebih murah pada saat reksa dana mengalami penurunan.

Kelemahan dari cara ini adalah jika waktu yang digunakan untuk melakukan investasi kurang tepat dan investor tidak berorientasi jangka panjang, maka ketika harga reksa dana mengalami penurunan, kerugian yang dialaminya bisa lebih besar.

Hanya saja, untuk mengetahui waktu yang tepat itu sangat sulit. Manajer Investasi yang sudah berpengalaman puluhan tahun sekalipun sulit melakukannya secara konsisten.

Oleh karena itu, cara investasi ini sebaiknya dilakukan oleh investor yang berorientasi jangka panjang dan siap menghadapi risiko penurunan harga.

Investasi Berkala

Investasi berkala berbeda dengan membagi dana investasi yang dimasukkan dalam beberapa kali kesempatan. Investasi berkala merupakan pendekatan disiplin dalam berinvestasi dengan komitmen sejumlah dana yang sama setiap bulannya baik dalam kondisi harga naik maupun turun.

Keunggulan daripada cara ini adalah melatih investor dalam disiplin berinvestasi. Sebab terkadang permasalahan utama tidak tercapainya tujuan keuangan adalah kurangnya disiplin dari para investor.

Ketidakdisplinan ini bisa disebabkan gaya hidup yang terlalu konsumtif atau ketidakmampuan dalam mengendalikan perilaku keuangan. Umumnya orang menabung dari sisa, biasanya cara ini sangat sulit karena berapun penghasilan orang akan selalu merasa tidak cukup.

Cara yang lebih tepat adalah membelanjakan dari sisa. Jadi dari penghasilan setiap bulan sudah dikurangi porsi yang digunakan untuk investasi. Baru sisanya dihabiskan untuk kebutuhan hidup. Investasi berkala merupakan cara investasi yang dapat membantu membentuk kebiasaan disiplin tersebut.

Kelemahan dari cara ini adalah tidak melihat waktu. Jadi mau kondisi pasar naik ataupun turun, investor tetap fokus pada tujuan investasinya. Bisa jadi, dalam beberapa kesempatan investor mendapatkan harga yang relatif tinggi sehingga tingkat keuntungannya kurang besar jika dibandingkan investasi sekaligus.

Oleh sebab itu, cara investasi secara berkala ini sebaiknya dilakukan oleh investor yang memiliki karakteristik memiliki pendapatan secara berkala seperti karyawan.

Kondisi Keuangan dan Rencana Investasi

Sebenarnya, cara yang paling tepat menurut saya dalam menentukan cara investasi adalah berdasarkan kondisi keuangan investor dan rencana investasinya. Sebagai contoh, investor ingin merencanakan kebutuhan pendidikan perguruan tinggi anaknya 10 tahun yang akan datang.

Setelah mencari informasi diketahui bahwa biaya pendidikan untuk kuliah tinggi adalah sekitar Rp 100 juta untuk 4 tahun dan diperkirakan akan naik menjadi Rp 200 juta untuk 10 tahun mendatang karena inflasi. Untuk itu investor memiliki target bagaimana mencapai Rp 200 juta untuk 10 tahun mendatang.

Dengan menggunakan kalkulator finansial di situs Panin Asset Management, dengan asumsi tingkat return reksa dana saham dalam jangka panjang 18%, dibutuhkan investasi sekitar Rp 38.250.000 untuk investasi sekaligus atau investasi berkala Rp 650.000 per bulan selama 10 tahun untuk bisa mencapai target tersebut.

Link Kalkulator : http://www.panin-am.co.id/InvestmentCalculator.aspx

Dalam situasi demikian, investor bisa menentukan cara investasi terbaik sesuai kondisi keuangannya. Jika sejak awal dia sudah menyisihkan dana pendidikan dan terkumpul minimal Rp 38.250.000, maka dia bisa memilih cara investasi sekaligus.

Namun bila belum disisihkan atau belum cukup, maka dia bisa memilih dengan investasi dengan cara berkala sebesar Rp 650.000 setiap bulannya. Jumlah uang tersebut bisa disisihkan dari penghasilan gaji setiap bulannya.

Evaluasi secara berkala tetap perlu, baik untuk investasi sekaligus ataupun berkala. Hal ini bisa dilakukan dalam kurun waktu 6 bulan, 1 tahun atau lebih tergantung tujuan keuangannya.

gambar 25 copy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s