#15. Mengenal Reksa Dana Terstruktur

Selama ini kita mengenal jenis reksa dana konvensional seperti pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham. Namun di luar itu, terdapat juga jenis reksa dana yang tidak konvensional. Salah satunya adalah Reksa Dana Terstruktur. Seperti apa reksa dana tersebut dan bagaimana cara kerjanya?

Dalam istilah perbankan, jenis reksa dana ini juga dikenal dengan istilah structured fund. Disebut terstruktur karena memang jenis reksa dana ini dibuat dengan struktur khusus sehingga berbeda dengan reksa dana konvensional.

Ada 3 jenis reksa dana terstruktur yaitu reksa dana terproteksi, reksa dana dengan penjaminan dan reksa dana indeks.

Reksa Dana Terproteksi (Capital Protected Fund)
Merupakan jenis reksa dana yang “berusaha” melindungi nilai pokok investornya. Disebut “berusaha” karena tidak dijamin. Manajer Investasi hanya mengupayakan hal tersebut melalui suatu pengelolaan yang bersifat pasif.

Sama seperti reksa dana pendapatan tetap, kebijakan investasi dari reksa dana terproteksi adalah minimum 80 persen pada instrumen surat utang/obligasi. Semua instrumen obligasi umumnya memiliki besaran kupon/bunga dan jatuh tempo yang pasti.

Yang membedakan, Manajer Investasi pada reksa dana pendapatan tetap akan melakukan “trading” obligasi tersebut secara aktif sehingga selain mendapatkan keuntungan kupon juga dari selisih harga jual beli. Oleh karena itu, obligasi pada reksa dana pendapatan tetap bisa berubah dari waktu ke waktu.

Sedangkan untuk pengelolaan pada reksa dana terproteksi, Manajer Investasi akan berinvestasi secara “pasif” dengan memegang obligasi tersebut hingga jatuh tempo. Jika perusahaan penerbit obligasi tersebut tidak gagal bayar / bangkrut, maka seharusnya investor bisa menerima 100 persen kembali nilai pokoknya.

Jadi proteksi atas modal pokok investor selalu disertai dengan catatan apabila perusahaan penerbit obligasi tersebut tidak gagal bayar.  Dan karena tidak ada transaksi jual beli dalam pengelolaannya, harga reksa dana bergerak secara stabil. Investor baru bisa menerima dana pokok investasi ketika obligasi jatuh tempo.

Berbeda dengan reksa dana pendapatan tetap yang melakukan reinvestasi pada kupon obligasi yang diterima, reksa dana terproteksi membagikannya kepada investor reksa dana. Jadi bagi investor, reksa dana terproteksi ini pada dasarnya hampir sama seperti deposito hanya jatuh temponya saja yang lebih panjang, umumnya di atas 1 tahun.

Karena struktur yang dimiliki reksa dana terproteksi tersebut, maka jenis reksa dana ini biasanya ditawarkan dalam periode dan jumlah waktu tertentu saja. Lewat dari periode tersebut, investor sudah tidak dapat membeli reksa dana ini. Berbeda dengan reksa dana pendapatan tetap yang dapat diperjualbelikan kapan saja.

Reksa Dana Dengan Penjaminan (Capital Guaranteed Fund)
Merupakan pengembangan lebih lanjut dari reksa dana terproteksi yaitu dengan memberikan jaminan atas nilai pokok investasi apabila penerbit obligasi mengalami gagal bayar.

Garansi diberikan dengan cara “mengasuransikan” perusahaan penerbit obligasi dengan membayarkan sejumlah premi. Jadi, jika perusahaan penerbit gagal bayar, maka perusahaan asuransi yang akan membayarkan bunga dan pokok obligasi. Dengan adanya asuransi, otomatis hasil investasi akan berkurang.

Berbeda dengan reksa dana terproteksi yang sudah banyak berkembang di Indonesia dengan jumlah dana kelolaan mencapai lebih dari 55 Triliun, sejak diterbitkan pada tahun 2005 hingga saat ini belum ada satupun Manajer Investasi yang membuat produk ini.

Berkurangnya imbal hasil investasi sehingga produk menjadi tidak menarik dan ketidaksiapan asuransi dalam menilai risiko gagal bayar perusahaan menjadi penyebab utama.

Reksa Dana Indeks (Index Fund)
Merupakan jenis reksa dana yang struktur portofolionya mengacu ke jenis indeks tertentu yang menjadi acuannya. Indeks yang digunakan bisa indeks saham, seperti IHSG, LQ-45, Kompas100 ataupun indeks obligasi.

Dalam pengelolaannya, Manajer Investasi reksa dana konvensional hanya memiliki 1 tujuan yaitu mengalahkan indeks acuan. Dengan melakukan analisa pasar dan perusahaan secara mendalam, kegiatan pengelolaan aktif, diharapkan hasil investasi reksa dana bisa mengalahkan indeks pasar.

Untuk reksa dana indeks agak berbeda, sebab tujuan dari Manajer Investasi adalah untuk “menyamai” hasil investasi reksa dana dengan indeks pasar yang menjadi acuan dengan pengelolaan yang bersifat pasif.

Artinya manajer investasi melihat berapa besar komposisi saham/obligasi yang masuk dalam suatu indeks kemudian menirunya dalam pengelolaan reksa dana. Karena tidak ada upaya untuk mengalahkan hasil investasi dalam jangka panjang umumnya tidak berbeda jauh atau bahkan sama persis dengan indeks acuan.

Karena pengelolaannya yang bersifat pasif, maka biaya manajer investasi yang dikenakan juga sangat kecil apabila dibandingkan dengan reksa dana konvensional.

Jenis reksa dana ini sangat populer di Amerika Serikat karena berdasarkan studi akademis selama beberapa dekade, mayoritas dari reksa dana konvensional di sana dalam jangka panjang ternyata kalah dengan indeks acuan.

Jadi, daripada bayar mahal-mahal tapi tujuannya untuk memperoleh hasil di atas pasar tidak tercapai, lebih baik beli reksa dana yang biayanya jauh lebih murah tapi dengan hasil sama seperti pasar yang berarti lebih baik dari mayoritas reksa dana konvensional yang ada.

Di Indonesia, jenis reksa dana ini sudah ada tapi belum terlalu populer karena pemahaman investor terhadap reksa dana masih ditahap awam dan tidak terlalu sulit untuk menemukan reksa dana yang secara historis mampu mengalahkan indeks acuan.

Dari sisi transaksi, jenis reksa dana ini dapat diperjualbelikan kapan saja sehingga tidak memiliki masa dan jumlah penawaran yang terbatas seperti halnya reksa dana terproteksi dan reksa dana dengan penjaminan.

gambar 15 copy

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Ire says:

    Nice pak, reksa dana terproteksi itu seperti reksa dana pendapatan tetap produk yang baru dikeluarkan Panin 19 Februari kan ya?

    Like

    1. Rudiyanto says:

      Selamat Pagi Ire,

      Panin Dana Pendapatan Berkala yang diterbitkan pada tanggal 19 Februari yang lalu adalah jenis reksa dana pendapatan tetap, bukan terproteksi. Namun Panin AM memasukkan fitur reksa dana terproteksi di dalamnya yaitu ada target pembagian dividen setiap bulannya.

      Terima kasih

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s