#8. Prinsip SMART Dalam Investasi Reksa Dana

Ketika kondisi keuangan anda sudah sehat, yang ditandai dengan adanya dana darurat dan perlindungan asuransi yang memadai, maka fokus selanjutnya adalah bagaimana bisa mengembangkan dana dengan baik.

Berinvestasi di reksa dana merupakan salah satu pilihan yang bisa diambil. Namun, supaya prosesnya dapat berjalan dengan baik, kita perlu mengetahui bagaimana investasi dengan cara yang benar.

Untuk itu, kita harus mampu mampraktekkan prinsip SMART dalam investasi reksa dana. SMART merupakan singkatan dari Spesific, Measurable, Attainable, Relevant dan Time Bound.

Aplikasi prinsip SMART dalam investasi reksa dana adalah sebagai berikut:

Specific

Dalam berinvestasi di reksa dana kita harus menentukan tujuan yang spesifik. Dengan adanya tujuan, maka kita akan tahu mengapa kita melakukan investasi dan tahu kapan saatnya untuk berhenti yaitu pada saat tujuan tersebut tercapai.

Investor yang tidak memiliki tujuan sebelum berinvestasi umumnya akan terjebak pada berita positif dan negatif pada media massa setiap harinya. Ketika berita baik mereka beli atau menambahkan investasinya, ketika berita negatif mereka panik dan menjualnya.

Contoh tujuan investasi yang spesifik antara lain seperti : membayar biaya perjalanan kedua orang tua ke tanah suci, membayar biaya sekolah pilot untuk anak, dan memiliki rumah idaman untuk keluarga.

Dalam berbagai studi tentang perilaku masyarakat menunjukkan orang yang menetapkan tujuannya secara jelas sejak awal cenderung lebih sukses daripada yang tidak. Mengutip Aristoteles, “Well Begun is Half Done”.

Measurable

Apabila sudah tujuan sudah spesifik, maka dengan mudah kita dapat menentukan besaran nilainya dalam Rupiah yang harus kita capai. Besaran tersebut harus realistis sesuai dengan kondisi saat ini.

Investor harus melakukan riset untuk mengetahui besaran biaya tujuan keuangan yang ingin dicapai. Dengan adanya bantuan internet, riset menjadi lebih mudah. Jika tidak, bisa juga meminta bantuan profesional seperti perencana keuangan, konsultan pendidikan atau ahli lainnya.

Sebagai contoh biaya sekolah sampai lulus untuk salah satu Sekolah Pilot ternama di Bali adalah Rp 670 juta.

 Attainable dan Relevant

Prinsip attainable dan relevant adalah prinsip untuk melihat apakah tujuan keuangan tersebut cukup realistis dan relevan jika dilihat dari kondisi keuangan investor dan hasil investasi yang berlaku saat ini.

Sebagai informasi, asumsi hasil investasi yang realistis untuk investasi reksa dana adalah 5 persen – 6 persen untuk reksa dana pasar uang, 7 persen – 10 persen untuk reksa dana pendapatan tetap, 11persen – 15 persen untuk reksa dana campuran dan 16 persen – 20 persen untuk reksa dana saham.

Meski asumsi hasil investasi di reksa dana saham adalah yang paling tinggi, namun pemilihan reksa dana saham baru relevan jika tujuan keuangan yang kita inginkan adalah diperlukannya lebih dari 5 tahun dari kondisi sekarang.

Referensi Bab 3 : Memilih Reksa Dana Sesuai Tujuan Investasi

Asumsi di atas bukan merupakan janji. Artinya selama periode investasi berjalan hasil tersebut dapat tercapai dapat juga tidak. Hasil investasi bisa lebih tinggi daripada asumsi di atas dapat pula mengalami kerugian.

Time Bound

Waktu adalah komponen terpenting dalam suatu tujuan keuangan. Lama waktu suatu tujuan selain menentukan jenis reksa dana apa yang harus kita ambil juga berpotensi menyebabkan perubahan pada nilai tujuan keuangan karena inflasi. Selain itu, waktu juga menentukan besaran investasi yang harus dilakukan oleh investor.

Sebagai contoh, dengan menggunakan kalkulator finansial di situs Panin Asset Management, kebutuhan investasi berkala dengan tujuan keuangan sekolah pilot anak yang Rp 670 juta saat ini, apabila baru mau dipenuhi 10 tahun dari sekarang, dengan asumsi ada inflasi 6 persen per tahun akan menjadi Rp 1,199 miliar.

Link : http://www.panin-am.co.id/InvestmentCalculator.aspx

Dengan asumsi hasil investasi di reksa dana saham adalah 20 persen per tahun, maka setiap bulannya investor harus berinvestasi Rp 3,48 juta per bulan selama 10 tahun agar targetnya dapat tercapai.

Apabila waktu tujuan keuangan adalah 15 tahun, inflasi dan hasil investasi tetap, maka angka kebutuhan investasi akan berubah menjadi Rp 1,605 miliar dengan nilai investasi per bulan Rp 1,68 juta. Sementara jika 5 tahun, maka angkanya akan menjadi Rp 896 juta dan Rp 9,08 juta.

Dari beberapa skenario di atas, kita bisa melihat bahwa komponen waktu sangat menentukan dalam menyusun rencana investasi reksa dana sekaligus menilai realistis atau tidaknya rencana tersebut.

Misalkan seorang investor hanya sanggup menyisihkan Rp 1,5 juta setiap bulannya, maka rencana sekolah pilot bagi anaknya 5 tahun yang akan datang secara keuangan adalah kurang realistis. Mungkin rencana ini masih bisa tercapai apabila dia mampu meningkatkan jumlah uang yang dapat disisihkan setiap bulan atau berutang. Jika tidak, maka satu-satunya cara adalah mengharapkan adanya bantuan beasiswa bagi anaknya.

Kesimpulan

Dalam membuat tujuan investasi yang memenuhi prinsip SMART, diperlukan informasi dan alat bantu seperti kalkulator keuangan. Bagi investor awam, kedua hal tersebut bisa diperoleh dengan menghubungi Manajer Investasi dan Agen Penjual reksa dana yang bersangkutan karena merupakan bagian dari Layanan.

Jika tidak, investor juga bisa menggunakan jasa profesional seperti perencana keuangan untuk memberikan solusi yang lebih komprehensif.

gambar 8 copy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s