#12. Mengenal Istilah Reksa Dana

Untuk Anda yang bukan berasal dari latar belakang keuangan dan investasi, ketika memiliki produk reksa dana biasanya akan menemui istilah dan dokumen yang mungkin asing. Dalam artikel kali ini, kita akan mengenalnya secara lebih mendalam.

Nilai Aktiva Bersih (NAB)

NAB juga sering disebut dengan Jumlah Dana Kelolaan atau Asset Under Management (AUM). Sesuai dengan namanya, NAB menyatakan seberapa besar dana kelolaan masyarakat yang terkumpul pada suatu reksa dana termasuk hasil pengembangannya.

Jika disebut NAB reksa dana berarti total dana kelolaan pada suatu reksa dana, namun jika disebut NAB Manajer Investasi berarti total dana kelolaan yang dipercayakan ke suatu perusahaan Manajer Investasi. Biasanya merupakan jumlah keseluruhan dari berbagai produk reksa dana.

Jumlah Dana Kelolaan merupakan suatu indikator seberapa percaya masyarakat terhadap Manajer Investasi atau Reksa Dana tertentu. Semakin besar berarti semakin besar pula kepercayaan masyarakat dan sebaliknya. Meski demikian, tidak ada ketentuan berapa baru disebut besar atau kecil.

Berdasarkan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), suatu reksa dana yang sejak diterbitkan harus mampu mengumpulkan dana kelolaan minimal Rp 25 Miliar selama 90 hari kerja berturut-turut. Jika tidak mampu, maka reksa dana tersebut harus dilikuidasi alias ditutup atau dibubarkan.

Besarnya Jumlah Dana Kelolaan tidak selalu berarti bahwa kinerja reksa dana itu pasti bagus, tapi bisa jadi merupakan hasil dari kegiatan pemasaran yang direncanakan dan dieksekusi dengan baik sehingga masyarakat mempercayakan dananya. Terkadang, kombinasi dari keduanya.

Ada juga reksa dana yang meski nilai kelolaannya kecil tapi kinerjanya cukup bagus. Hal ini bisa saja terjadi jika Manajer Investasi yang bersangkutan tidak memiliki agen penjual yang mumpuni atau tidak mampu memasarkannya dengan baik.

Unit Penyertaan (UP)

UP merupakan satuan transaksi reksa dana. Ketika masyarakat membeli reksa dana, maka dia mendapatkan Unit Penyertaan dari Manajer Investasi. Ketika suatu reksa dana dijual, maka Unit Penyertaan dijual kembali ke Manajer Investasi.

Jadi semakin banyak reksa dana dibeli oleh masyarakat, maka Unit Penyertaannya akan semakin banyak dan sebaliknya. Kepemilikan UP ini dapat diketahui dari surat konfirmasi transaksi yang dikirimkan oleh bank kustodian atau bisa juga mengeceknya melalui sistem yang disediakan oleh Manajer Investasi atau Agen Penjual.

Jumlah Unit Penyertaan yang dapat ditawarkan oleh reksa dana biasanya terbatas. Batasan tersebut ditetapkan dalam prospektus reksa dana namun dalam pelaksanaannya sangat fleksibel. Apabila sudah mendekati batas, maka Manajer Investasi dapat melakukan perubahan prospektus dengan mengubah batasan jumlah unit maksimum yang boleh ditawarkan.

 Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan (NAB/Up)

NAB/Up juga sering disebut dengan harga reksa dana. NAB/Up dihitung dengan membagi antara Jumlah Dana Kelolaan dengan Jumlah Unit Penyertaan.

Harga reksa dana tidak serta merta akan naik tinggi atau turun dalam meskipun terjadi pembelian dan penjualan dalam jumlah besar. Sebab ketika terjadi pembelian, Jumlah Dana Kelolaan akan naik yang berasal dari setoran dana masyarakat, namun di satu sisi Jumlah Unit Penyertaan juga bertambah secara proporsional.

Secara perhitungan, apabila tidak ada kenaikan pada harga saham dan obligasi yang menjadi portofolio investasi, maka harga reksa dana akan tetap karena dihitung dari pembagian Jumlah Dana Kelolaan yang bertambah dan Jumlah Unit Penyertaan yang juga bertambah.

Untuk transaksi penjualan juga sama. Penjualan akan menyebabkan Jumlah Dana Kelolaan menurun namun di satu sisi jumlah unit penyertaan juga akan berkurang.

Satu-satunya yang bisa menyebabkan kenaikan atau penurunan harga reksa dana adalah terletak pada keahlian Manajer Investasi dalam mengolah saham dan obligasi. Apabila harga saham dan obligasi pilihannya naik, maka harga reksa dana juga akan ikut naik dan sebaliknya.

Saham dan obligasi memiliki nilai fundamental atau nilai wajar. Dengan demikian, ketika harga di pasaran lebih tinggi dibandingkan nilai wajar, maka disebut harga pasar tersebut kemahalan. Dan jika sebaliknya disebut kemurahan.

Di reksa dana berbeda, karena reksa dana merupakan kumpulan investasi yang bisa berubah sewaktu-waktu berdasarkan penilaian dari Manajer Investasi.

Dengan demikian, dalam harga reksa dana, tidak adalah istilah “mahal” dan “murah” sebab harga reksa dana mencerminkan keahlian Manajer Investasi. Semakin tinggi harga reksa dana, berarti semakin baik pula keahlian Manajer Investasi dan sebaliknya.

Dalam membandingkan reksa dana, sangat penting untuk membandingkan reksa dana dalam periode waktu yang sama. Bisa saja suatu reksa dana memiliki harga lebih tinggi dibandingkan reksa dana lain bukan karena keahliannya lebih baik tapi karena sudah ada lebih awal saja.

gambar 12 copy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s