#38. Kiat Memilih Manajer Investasi

Dalam investasi reksa dana, ada 2 keputusan yang harus diambil oleh investor. Pertama memilih manajer investasi yang tepat, kedua memilih reksa dana yang tepat.

Pada artikel ini, kita akan membahas bagaimana cara memilih Manajer Investasi yang tepat.

Ibarat makan di restoran, reksa dana adalah menu yang disajikan dalam restoran tersebut dan manajer investasi adalah koki yang memasaknya. Namun seiring dengan perkembangan, jumlah manajer investasi semakin banyak.

Saat ini tercatat 83 perusahaan Manajer Investasi di Indonesia yang mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Selayaknya restoran yang saling bersaing satu sama lain, bajak membajak koki juga tidak terhindarkan. Tidak jarang, personel yang bekerja di divisi investasi berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya.Ada juga mendirikan perusahaan manajer investasi sendiri.

Di satu sisi, investasi reksa dana bersifat jangka panjang. Jika ada perpindahan “koki” yang mengelola investasi, sedikit banyak tentu akan membuat investor menjadi berpikir.

Apakah kinerja reksa dana yang ditinggalkan masih dapat bertahan? Apakah perusahaan bisa mendapatkan personel pengganti yang kompeten? Apakah sebaiknya dia ikut berpindah ke reksa dana tempat “koki” tersebut bekerja?

Langkah pertama dalam memilih manajer investasi adalah memastikan bahwa perusahaan tersebut legal.Definisi legal adalah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebab semua kegiatan yang berkaitan dengan penghimpunan dana masyarakat untuk dikelola di pasar modal harus mendapat persetujuan dari OJK.

Untuk membantu masyarkat dalam hal tersebut, OJK juga menyediakan Hotline di [kode area] 1500 655, email konsumen@ojk.go.id dan website http://www.ojk.go.id. Bagi yang ingin secara spesifik mengetahui daftar perusahaan manajer investasi yang telah mendapat izin dari OJK bisa melihat link ini http://www.ojk.go.id/apps.php?i=pird

Umumnya perusahaan manajer investasi dalam penamaan perusahaannya menggunakan kata seperti Asset Management, Investment Management, dan Capital.Sebagai contoh : Panin Asset Management, Danareksa Investment Mangement, Corina Capital dan lain sebagainya.

Meski demikian, tidak semua perusahaan yang menggunakan kata aset manajemen merupakan perusahaan manajer investasi. Ada juga perusahaan dengan nama aset manajemen merupakan perusahaan pengelola aset seperti manajemen properti.

Tidak tertutup pula ada perusahaan investasi bodong yang menggunakan kata tersebut untuk mengecoh masyarakat.Untuk itu, sebelum berinvestasi, investor bisa mengecek legalitas investor ke Otoritas Jasa Keuangan.

Langkah kedua adalah memastikan kompetensi dari Manajer Investasi.Kompetensi atau kemampuan sifatnya subjektif sehingga cukup sulit untuk diukur.Salah satu indikator yang sering digunakan adalah berapa lama perusahaan manajer investasi sudah beroperasi atau berapa lama pengalaman kerja personel manajer investasi sudah berkarir di pasar modal.

Lamanya “usia” perusahaan dan karir personel pengelola investasi tidak menjamin bahwa perusahaan manajer investasi tersebut pasti memberikan kinerja yang lebih baik. Namun, paling tidak lamanya usia tersebut menunjukkan bahwa perusahaan dan personel telah melewati beberapa siklus kenaikan dan penurunan di pasar modal sehingga lebih siap dan rasional.

Usia juga tidak menjadikan perusahaan manajer investasi yang baru itu tidak menjadi pilihan. Ibarat “old wine in new bottle”, tidak sedikit juga personel manajer investasi yang sudah berpengalaman, keluar dari perusahaan lama dan membentuk perusahaan sendiri.

Hal yang sama juga berlaku untuk personel pengelola investasi yang baru berkarir. Yang berpengalaman tidak selalu lebih baik dibandingkan personel baru.Sebab dalam pasar modal yang sangat dinamis, pemikiran yang baru selalu dibutuhkan untuk menyesuaikan perkembangan.

Idealnya memang ada perpaduan antara pengalaman lama dengan pemikiran baru untuk menghasilkan kinerja yang di atas pengembalian pasar.

Untuk mengetahui pengalaman perusahaan manajer investasi maupun personel pengelolanya, investor bisa membacanya melalui prospektus reksa dana. Di dalam prospektus, biasanya terdapat resume singkat dari perusahaan dan personel pengelolanya mulai dari pengalaman kerja hingga penghargaan yang pernah diterimanya.

Langkah ketiga adalah memastikan kualitas pelayanan manajer investasi. Bisnis pengelolaan dana adalah bisnis kepercayaan. Kepercayaan umumnya baru bisa terbangun dari interaksi antara investor sebagai konsumen dan manajer investasi / agen penjual sebagai produsen penyedia jasa.

Cara untuk memastikan kualitas pelayanan adalah dengan bereksperimen menjadi nasabah. Dengan minimum ketentuan dana investasi yang relatif kecil, hanya dengan Rp 100.000 investor sudah bisa menjadi nasabah reksa dana.

Pengalaman selama berinteraksi dengan tenaga pemasaran itulah yang selanjutnya bisa dijadikan sebagai dasar untuk menentukan apakah kualitas pelayanannya sudah sesuai dengan ekspektasi atau tidak.

Jadi, dalam memilih manajer investasi ada 3 faktor yang bisa dijadikan sebagai pertimbangan.Pertama, harus memastikan bahwa perusahaan tersebut legal. Kedua, memastikan bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang mumpuni dalam mengelola dana kita. Ketiga, memastikan bahwa perusahaan memiliki kualitas pelayanan yang baik.

gambar 38 copy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s